Senin, 14 Juli 2014

Tujuan Hidup Tak Semudah Apa Yang Kita Impikan

Kehidupan dunia ini seakan redup jika tak ada keindahan di dalamnya. Kata mutiara yang keluar dari setiap manusia ialah motivasi kehidupan bersifat nyata ketika hidup dirundung kesedihan. Setiap kata bijak bisa menjadi lumbung semangat bagi seseorang yang sedang terpuruk. Bagaimana pun juga, hidup ini ada senang dan susah, dalam setiap proses kehidupan ini harus kita lalui dengan bijak, seperti mutiara yang takkan pernah pudar cahayanya untuk menyinari lautan.

Kehidupan yang serba berubah-ubah ini menuntut kita untuk selalu konsisten melakukan hal-hal yang baik agar selalu menjadi manusia yang lebih baik setiap saat. Ya, terkadang masalah bisa membuat kita terbebani dan terpuruk, namun memang disitulah letak dimana kita menguji kesabaran dan bangkit kembali dengan semangat baru dan kerja keras untuk menjadi sang pemenang. Karena, kehidupan seperti sebuah balapan lari yang kemenangan bisa diraih oleh orang yang telah tertatih-tatih terlebih dahulu saat latihan dan lalu merasakan manfaatnya sehingga menjadi sang juara sejati.

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa hati setiap orang itu berbeda. Ada yang mudah menerima kenyataan hidup dengan bahagia, ada juga yang sulit menerimanya. Namun tentunya berpikiran positif menjadi cara ampuh mengatasi segala masalah tersebut. Banyak orang berbicara bijak karena ingin bangkit dari kegagalan, namun nyatanya kegagalan terus menghampirinya karena tak ada usaha yang nyata, hanya sebatas berpikir dan berucap, lalu tidak mengambil tindakan. Terlepas dari bagaimana hal tersebut, motivasi yang bijak memang sangat dibutuhkan setiap manusia untuk mengarungi kerasnya hidup ini.

@AndriwYudi

Minggu, 13 Juli 2014

Sukses Yang Tertunda

*Sukses yang tertunda*

Tiap  kali aku  ibarat  lebah yang ribut
Disana-sini aku terus berfikir
Tiada istirahat tuk mencari manisnya madu dan indahnya surga kehidupan
Aduh begitu cepatnya waktu tuk seorang lebah yang ribut ini
Tiap kali ada orang yang menggagalkan aku untuk terbang tinggi
Ya Tuhan apa begini aku harus penuh sabar dan taat padaMu
Lebah yang ribut ini telah hilang akan tenaganya dan madu yang manis ini
Tiap jam aku ribut akan madu itu
Bunga-bunga yang di taman telah layu
Aku lapar dan haus akan madu itu
Badanku telah rusak karena pikiranku
Mataku telah capek tuk mencari madu itu
Betapa mahalnya madu itu yang ku cari
Wah  jika kuamati lebah itu pasti hatiku galau
Aku butuh banget madu itu sebagai kekayaan itu
Jika aku temukan madu itu bersyukur dan girang
Ku  iri jika melihat lebah –lebah lain dengan mudahnya menemukan madu itu
Seorang  penulis itu ibarat lebah yang ribut